Saturday, May 27, 2017

#sebuahcatatanharian : Seni Berbicara Kepada Kawan-Kawan dengan Skisofrenia






Setiap orang tidak pernah miskin karya. Mengalami kebuntuan, iya, namun miskin, tidak. Bagi saya, mengajar adalah sebuah karya. Ketika mengajar, bukan berarti saya tahu segalanya dan merasa lebih pandai dari mereka yang saya ajar. Namun sebaliknya, saya datang dengan keinginan untuk belajar.
Beberapa potret di atas adalah ketika saya mengajar seni berbicara di depan umum kepada teman-teman skisofrenia dan bipolar di galeri gerilya tempo itu. Datang tanpa siasat tahu banyak, malah membawa pulang banyak kejutan. Ternyata teman-teman skisofrenia dan bipolar patut dicintai, sebagaimana kita mau selalu dicintai.
Lalu apapun karya yang sedang kamu kerjakan, jangan lupa bersungguh-sungguh melakukannya. Karena ketika sungguh-sungguh, karya yang keluar dari hati, tidak pernah balik menyakitimu.

[foto dok. panitia berakal berkuasa]

No comments:

Post a Comment

Featured Post

Theoresia Rumthe: dalam merayakan keliaran-keliaran

foto oleh lukman hakim Bagaimana puisi tercipta dari dirimu? Seperti apa prosesnya? Apa yang datang lebih dahulu, apa yang datang...