Monday, March 28, 2016

Obrolan Mengenai Keyakinan di Antara Kopi Hitam





Perpisahan adalah pintu menuju perjumpaan, katamu. Sedangkan kataku, perpisahan adalah pintu menuju kesetiaan.

Obrolan mengenai keyakinan di antara kopi hitam, ketika hari hujan, segar di pikiran. Tidak ada satu perjalanan pun hingga kini yang tidak ada campur tangan keyakinan di dalamnya. Saya sendiri terlalu percaya. Saya belum menemukan apa definisi dari keyakinan itu sendiri, tetapi jka menyesuaikan dengan pengalaman, maka keyakinan adalah: hal-hal kecil, kokoh, begitu kuat, letaknya di dalam, yang membawamu menemukan hal-hal ajaib.

Tidak ada yang dapat mengajarkanmu soal keyakinan itu sendiri, selain pengalaman-pengalaman pribadimu. Kamu hanya perlu mengalaminya.

Saya berpikir, apakah yang membuat cinta pada zaman ayah dan ibu bertahan begitu lama, padahal untuk bertemu saja, mereka tidak segampang sekarang, butuh surat-menyurat yang diantarkan dengan kapal, dan bisa sampai berbulan-bulan. Atau baikan kembali setelah adu mulut karena anak-anak, tetapi selalu ada penyelesaian, dan diakhiri dengan tidur bersama. Dan apa yang terus membuat mereka selalu bersama hingga hanya benar-benar maut yang memisahkan. Saya terlalu yakin bahwa yang membuat mereka bertahan begitu lama adalah keyakinan.

Keyakinan, dimulai dari hal-hal kecil. Ia bukan hal-hal yang besar. Ia berada di dalam. Terkadang ia bahkan tidak kelihatan. Kita hanya perlu mengenalinya sebagai sebuah sikap untuk senantiasa bertahan: di dalam pertemuan dan perpisahan. Tetapi perpisahan membuat keyakinanmu akan berbuah, jika memang ia disiram dan dipelihara dengan baik.

Keyakinan, dibangun sejak kanak-kanak. Ia ada di dalam diri setiap jiwa. Ia bukan hanya soal pilihan-pilihan serius. Ia bukan hanya soal pilihan-pilihan menjadi dewasa. Ia bukan melulu soal pilihan dengan siapa kita akan berjalan, bertemu, berpisah, ataupun bertahan.

Saya memahami keyakinan seperti ini:

Suatu hari kamu berjalan, sendiri, di dalam lorong gelap, yang sangat pekat, bahkan kamu tidak tahu dimana ujung lorong itu berada. Apakah ada pintu keluar atau tidak. Apakah ada orang yang bersama denganmu di dalam lorong itu atau tidak. Kamu sendiri. Benar-benar sendiri. Tetapi ada sesuatu di dalam diri (mungkin suara atau apalah) yang menggerakkan kaki kamu untuk terus maju dan maju, tanpa sedikitpun rasa takut.

Keyakinan adalah ketika sendirian, tanpa rasa takut.