Thursday, July 25, 2013

Notebook Magic Quote perempuansore Design by Vitarlenology



akhirnya notebook magic quote yang di- design by vitarlenology  selesai sudah. Pada sampul notebook ini kamu akan temukan kutipan kutipan cantik dari perempuansore.




Rp. 65. 000 (harga belum termasuk ongkos kirim)
notebook dengan kutipan kutipan dari perempuansore




Rp. 20.000 (harga belum termasuk ongkos kirim)
pembatas buku dengan kutipan kutipan dari perempuansore




silakan pesan sesuai dengan kutipan favorit kamu:

#1 Tuhan, ini hatiku di dalam gelas sedang pecah minumlah mabuklah!

#2 ingin ku petik bulan di pipimu dan ku tambahkan sedikit blush-on supaya malam tak pucat lagi.

#3 senja duduk di jendela. hangat pantatnya menempel lama ia pake celana dalam biru menyala. warna behanya apa ya?

#4 selalu suka bunyi hujan. magis!

#5 kalau kamu lihat ke langit. itu hati saya. ya, saya mencintaimu bulat-bulat. seperti bulan diatas sana.

#6 satu kata saya tentang ayah: kiblat.

#7 mungkin salah satu dari anak kita kelak akan aku namakan gerimis kecil.

#8 hati-hati, pecahan hati bisa melukai!

#9 ketika punya dan tidak punya hendaklah senantiasa bersyukur.

#10 jika pernah melewati 'yang sulit' kemarin-kemarin. 'yang sulit' kali ini juga pasti bisa.


cara pemesanan,  
order  melalui email : perempuansore[at]yahoo[com]

dengan FORMAT ORDER :

PESAN NOTEBOOK/BOOKMARK
nama-notebook/pembatas buku + nomer quote-alamat lengkap (sertakan kode pos)-jenis transfer bca/mandiri

(contoh: theo-notebook + quote nomer 1-dago 349 bandung 1616-bca)


ket:  setelah mengirimkan order melalui email, akan mendapatkan data ongkos kirim dan total transfer beserta no.rekeningnya. dan ketika sudah transfer, harap mengirimkan bukti transfer ke email.

silakan pesan!

Saturday, July 20, 2013

#haloperempuansore edisi#1

Dear perempuan sore,

Selamat malam, Kak. Nama saya irene, maaf sebelumnya bila sok kenal. Entah sengaja atau tidak sengaja, suatu hari saya mencari stasiun-stasiun radio yang bisa menerima anak magang. Lama nge-stalk, saya malah menemukan akun twitter kakak. Kemudian saya melihat di profil alamat blog kakak, iseng-iseng saya menemukan blog perempuansore. Dan tidak tahu kebetulan atau hanya perasaan yang berlebihan. Saya merasa seperti dipertemukan dengan sosok yang selalu saya dambakan bila kelak sudah dewasa. Sosok itu adalah kakak perempuan sore. Saya memiliki cita-cita dan kesukaan yang sekarang menjadi kehidupan kakak. Saya merasa memiliki banyak kemiripan dengan kakak. Tapi itu mungkin berlebihan, ya? hehehe. (maaf yang tadi curahan hati, kak) Intinya, saya sangat suka membaca blog kakak, banyak tulisan yang menyentuh hati saya. Saya juga sangat percaya kata-kata yang kakak tulis ("Apa yang keluar dari hati akan menyentuh hati juga"). 

Jika tidak keberatan, maukah kakak berbagi sedikit pengalaman kakak. Bagaimana awal mula kakak membangun kehidupan kakak saat ini? Bagaimana membuat mimpi itu menjadi kenyataan? Saya ingin sekali menjadi seperti kakak. 

Maaf bila saya sok kenal sekali lagi dan agak berlebihan. Terima kasih bila kakak membaca surat saya ini. Tuhan memberkati.


**Suatu hari bisa kali ya, saya mengenal dan berbincang dengan kakak perempuansore secara langsung. hehehe**


Balasan dari Saya:

Halo Irene!

Ah, senang sekali dapet surat dari kamu. Terima kasih banyak sudah baca-baca blog aku. Dan semoga kamu dapet sesuatu dari sana.

Jika tidak keberatan, maukah kakak berbagi sedikit pengalaman kakak. Bagaimana awal mula kakak membangun kehidupan kakak saat ini? Bagaimana membuat mimpi itu menjadi kenyataan? Saya ingin sekali menjadi seperti kakak. 

Tentu saja, aku tidak keberatan. Oke, aku mulai kepingin jadi penyiar itu ketika aku kelas 2 SMP. Pada jaman itu, aku dan beberapa orang temanku sudah sering sekali nongkrong di radio. Minta rikwes lagu pake kertas. Dan rajin main ke radio. Nah, sejak saat itu aku sudah membayangkan bahwa aku akan menjadi penyiar radio ketika aku dewasa. Nah, semenjak lulus SMA, aku pindah ke Jogja. Ternyata tidak segampang itu karena ketika di Jogja aku pernah beberapa kali ditolak ketika melamar. Tapi itu nggak bikin patah semangat. Aku coba untuk ikut kursus Public Speaking dan semacamnya. Lalu sekitar tahun 2005, aku pindah ke Bandung. Nah, kota inilah jodoh aku. Setelah keterima di Unpad. Aku mencoba nekad menelepon ke dua radio perempuan sekaligus. Dan Sky FM (Sky FM akhirnya tutup di tahun 2010) ternyata membuka lowongan, aku lalu dipanggil. Sejak tahun 2005-sekarang aku masih siaran.

Ketika siaran, aku menemukan hobi aku lainnya, yaitu menulis. Aku mencoba bikin blog. Menulis pada blog friendster. Facebook. Sampai akhirnya bikin blog yang serius. Dan jadilah aku sekarang serius menulis.

Ketika mulai menulis, aku mulai mengajar Public Speaking. Dan ada saja jalannya ke sana.

Dari semua ceritaku ke kamu, aku mau bilang bahwa tidak ada yang mudah ketika “membangun” mimpi. Semua itu butuh modal: kerja keras. Awalnya mungkin hanya iseng bermimpi, tetapi ketika kamu mau mencapainnya, kamu harus berjuang. Sampai saat ini aku masih berjuang.
Kalau aku bisa, kamu juga pasti bisa?

Salam saya.
ps

*surat yang dipublish, berhak mendapat satu buah Teddy Bear dari #bearsfordear. Selamat!* 







Prakata Sebelum Publish!

Selamat sore! Selamat puasa bagi yang menjalankannya. Kemarin kemarin karena saya lumayan banyak mengerjakan beberapa hal, mohon maaf jika saya tidak sempat membalas surat-surat dari kamu.

#haloperempuansore edisi #1 masih berlangsung. Dan banyak sekali surat yang masuk. Menyenangkan, ketika tahu bahwa teman-teman mau jujur dan berbagi terhadap saya, walaupun itu sifatnya rahasia. Saya janji tidak akan membocorkannya. Tenang saja. Dan semoga saya bisa menjadi teman yang baik.

Tema surat yang masuk beragam: dari mulai masalah percintaan, keluarga, jati diri, sampai menemukan passion. Menarik sekali, menemukan banyak orang yang mau didengarkan. Dan sekali lagi semoga saya bisa menjadi teman yang baik untuk mendengarkanmu. Begitu.

Saya sendiri masih suka melakukan hal-hal bodoh dalam hidup. Tetapi saya sangat menyadari bahwa: hidup tanpa kesalahan itu tidak belajar. Untuk itu saya mau mendorong kamu untuk rayakan segala kesalahan yang kamu buat. Dan belajarlah sesuatu. Kelak, kamu akan menjadi lebih dewasa dan lebih baik!

Saya akan memilih satu surat yang akan di-publish, di Minggu ke-3 seperti janji saya. Dan satu surat itu akan saya kirimkan Teddy Bear dari #bearsfordear untuk kamu peluk, ketika kamu kangen sama saya. Manis bukan?


Tunggu ya. 

Monolog.

“Kangen.”

“Pingin ketemu. Pingin peluk.”

“Selamat kerja hari ini! Semangat. Peluk.”

“Tahu nggak, Bandung dingin banget, mau cerita: akhirnya draft buku aku sudah selesai. Doakan prosesnya lancar ya.”

“Rindu percakapan sebelum tidur!”

“... tapi gue hanya rindu ngobrol dan tukar pikiran bareng lo. Hey orang cerdas!”

“Bisa nggak, kalau kita mulai lagi dari awal. Tanpa ada embel-embel apapun. Kita cuma saling jatuh cinta. Dan nikmati cintanya. Bersenang senang. Sesederhana itu.”

“Bisa nggak kita mengulang momen momen menyenangkan itu?”

“Boleh nggak, kita saling jatuh cinta dengan sederhana?”


Sunday, July 7, 2013

Lalu Untuk Apakah Kamu Hidup?

Tidak ada yang bisa menggambarkannya dengan kata-kata. Sepanjang hari ini saya bernyanyi dengan Glorify The Lord Ensemble di acara meet & greet album kami di sebuah toko kaset yang ada pada sebuah mall. Dan itu menyenangkan.

Dan malam ini ketika saya duduk dengan leptop. Saya sibuk membuka email. Saya sibuk meng-googling. Saya duduk di meja biasa. Di kafe kesayangan saya (saya tidak perlu mengatakan dimana ia) dan perempuan di meja sebelah yang suka datang juga. Tapi kali ini ia datang dengan pasangan yang berbeda.

Silakan saja. Saya tidak peduli. Yang saya pedulikan adalah sebuah pertanyaan yang muncul di dalam pikiran saya. Lewat begitu saja di kepala. Berbunyi: lalu untuk apa kamu hidup? ulangi kalimat ini bersama saya: lalu untuk apa kamu (kata kamu diisi dengan namamu) hidup?

Pernahkah kamu berpikir serius tentang pertanyaan ini. Saya belum pernah. Hanya saja malam ini pertanyaan ini lewat begitu saja. Dan membuat saya berhenti membalas email. Dan mencoba menjawab pertanyaan ini. Sudah pukul 22:30 waktu di leptop saya. Saya tidak akan berusaha untuk menjawabnya sekarang.

Karena saya sendiri masih belum mau menjawabnya dengan gamblang. Saya hanya kepingin berpikir ke dalam diri saya. Serius. Atau lebih tepatnya pura-pura serius dengan hidup saya. Dan ketika menuliskan ini pertanyaan itu kembali terulang: lalu untuk apa kamu hidup?

Hanya ada dua jawaban: untuk diri sendiri atau untuk orang lain.

Keduanya memiliki konsekuensi. Keduanya bukan sebuah keputusan yang gampang. Keduanya adalah pertanyaan kepada orang tua. Pertama, ketika kamu hanya hidup untuk diri sendiri? Perutmu akan gemuk dan kamu akan mati kena jantung, karena kamu tidak berani membagi cemilan gulamu kepada orang lain. Kedua, ketika kamu hidup untuk orang lain, kamu akan langsing, kurus, dan kere. Kamu tidak akan punya barang dengan milik sendiri. Kamu harus selalu membaginya untuk (kebahagiaan) orang lain.

Tapi bukankah di muka bumi ini: tidak ada yang benar-benar menjadi hak milik kita?

Lalu, untuk apakah kamu hidup? 

Friday, July 5, 2013

Jangan Berhenti Bermain

*weheartit.com*




Jangan berhenti bermain!

Jika saya harus menciptakan sebuah mantra yang akan terus menerus saya ucapkan dalam hidup saya adalah, jangan berhenti bermain. Karena ketika kamu berhenti bermain kamu akan menjadi tua dan keriput.

Ketika menjadi dewasa, kita lupa akan seperti anak-anak. Kita lupa bagaimana caranya bermain. Bagaimana kalau sebaliknya, jangan pernah berhenti untuk menjadi anak-anak! Kamu silakan dewasa denga segala pengalaman dan disiplinnya. Tetapi, tetapah menjadi anak-anak dalam pemikiranmu.

Anak-anak tidak pernah segan untuk menjadi diri mereka sendiri. Anak-anak tidak pernah takut untuk melakukan kesalahan. Anak-anak tidak pernah takut ketika jatuh dan mencoba lagi. Dan satu hal: anak-anak itu tidak pernah berhenti untuk bermain.

Saya sedang menyelesaikan sebuah project tulisan saya. Dan kadang-kadang saya bosan. Saya harus mengakui bahwa, disiplin orang dewasa, suka membawamu untuk lupa bermain-main. Apalagi segala pekerjaan dan deadline yang harus kamu penuhi. Ketika kamu mengalai hal seperti ini, apa yang akan kamu lakukan?

Sebutlah, kamu sedang bosan. Lalu kamu mengalami writers block. Lalu kamu bosan dengan laptopmu sendiri. Lalu tidak ada kata-kata yang meloncat keluar dari kepalamu ketika kamu hendak menulis. Dan hanya bosan! Yang saya lakukan adalah saya pergi bekerja dengan topi jerami saya. Anggap saja kamu sedang di pantai atau anggap saja kamu sedang liburan. Jika memang kamu harus pergi bekerja dengan menggunakan bikini kenapa tidak? Sayang sekali Bandung terlalu dingin untuk melakukannya.

Di suatu hari saya pernah bercita-cita bahwa saya kepingin pergi bekerja setiap hari dengan bikini oranye saya. Ketika di depan saya ada lautan biru yang luas. Pasir putih yang lembut. Dan saya dengan tulisan-tulisan saya.


Jangan berhenti bermain! Walaupun itu hanya ada di dalam imajinasimu! Peluk “bermainmu” erat-erat.

Wednesday, July 3, 2013

Hiduplah Untuk Saling Tolong Menolong




Tidak ada yang lebih indah ketika kita bisa melakukan ini kepada orang lain. Pernahkah kamu menemukan bahwa di dalam hidup ini, kamu sengaja dipertemukan dengan orang-orang. Mereka seperti datang dalam hidupmu: dan mereka mau didengarkan, mereka mau berdiskusi denganmu, mereka mau didoakan olehmu, mereka meminta nasihatmu. Dan hal itu karena mereka percaya kepadamu.

Oke, saya percaya bahwa lebih daripada orang sekedar percaya kepada kita. Ketika kita memang seperti “dipakai” untuk hal-hal seperti itu. Satu hal yang perlu disadari adalah: bisa jadi kita memang di-design untuk melakukan hal tersebut. Ada tujuan kenapa kita ada di muka bumi. Ada hal yang paling mendasar yang memang harus kita lakukan, bukan untuk diri kita tetapi untuk orang lain.

Dalam minggu-minggu ini, saya dipertemukan dengan orang-orang itu. Mereka seperti didatangkan dalam kehidupan saya. Saya harus bertemu dengan mereka. Saya harus meluangkan waktu saya untuk mereka. Saya seperti ada untuk “menolong” mereka.

Tolong garis bawahi kata “menolong” di sini. Kata itu tidak merujuk kepada saya menjadi seorang pahlawan yang akan melakukan tindakan heroik. Tetapi bagaimana saya tetap menjadi diri saya sendiri, tanpa perlu memakai topeng apapun, dan menolong orang lain secara natural.

Jika hari ini, kamu membaca tulisan ini dan kamu merasa bahwa kamu juga mengalai hal yang sama. Berarti itu bukan suatu kebetulan. Saya dan kamu sedang menjalani sebuah design. Saya dan kamu sedang menjalani sebuah tujuan. Saya dan kamu sedang ada di dalam sebuah pergerakan.

Jika sampai saat ini, kamu masih bertanya-tanya, untuk apa saya ada? saya menyarankan kamu berdoa dan minta supaya kamu dipertemukan dengan orang-orang, baik yang kamu kenal maupun yang kamu tidak kenal, supaya kamu bisa menolong mereka.

Dengan blog dan tulisan saya, saya mau menolong banyak orang di luar sana. Maka lahirlah sebuah project yang saat ini sedang saya kerjakan yaitu: #Haloperempuansore! (pada tulisan sebelum ini saya sudah menjelaskan) bahwa project ini adalah sebuah surat. Saya kepingin dengar cerita dari banyak orang di luar sana. Saya kenal maupun saya tidak kenal. Dan saya akan coba menjawab surat-surat mereka satu persatu.

Tidak untuk tujuan lain. Saya akan mencoba menjadi pendengar yang baik. Saya akan mencoba menolong mereka.


Ah, semoga ini tidak berlebihan. Dan semoga ini bisa menginspirasi kamu untuk menolong orang lain dengan talenta kecil yang kamu punya.