Thursday, February 21, 2013

Beasts of the Southern Wild






Beasts of the Southern Wild adalah sebuah film tentang hubungan anak perempuan dan Ayah. Mereka adalah korban badai Katrina yang memilih untuk tetap tinggal di kawasan rumah mereka dan tidak ingin pindah kemana-mana. Wink tinggal dengan anak perempuannya yang bernama Hushpuppy.  

Saya sudah langsung tertarik untuk menonton film ini karena tema yang diangkat adalah tentang anak perempuan dan Ayah. Wink diceritakan sedang sekarat dalam film tersebut. Sedangkan Hushpuppy, anak perempuannya dibesarkan dengan keberanian yang dia sendiri mungkin tidak tahu, kapan keberanian itu akan dipakai.

Sedangkan “Beasts” dalam film ini adalah sebuah simbol. Bagaimana dalam hidup ini kita seringkali takut untuk menghadapi ketakutan, kemarahan, kesedihan, bahkan perlakuan yang mungkin menurut kita tidak adil. Hushpuppy, yang pada awalnya tidak mau menerima tentang keadaan Ayahnya yang sekarat.

Akhirnya mau belajar untuk menerima kenyataan itu. Dia menengok ke “Beast” dan mengatakan bahwa “You’re my friend, kind of. I gotta take care of mine.” Ini adalah sebuah pernyataan berterima. Bahwa di dalam hidup ini terkadang kita harus bersahabat dengan ketakutan kita sendiri.

Bahwa setiap orang pasti punya “beasts”nya sendiri-sendiri.

Selain itu hubungan Ayah dan anak perempuan di film ini juga sangat menggugah. Walupun Wink, bukanlah seorang Ayah yang sempurna. Tetapi Wink berusaha dengan sangat kuat untuk mengajarkan Hushpuppy, apa itu artinya menjadi kuat dan berani untuk menjadi dirinya sendiri.

Wink pun berusaha dengan segala kekurangannya untuk menjaga Hushpuppy.

I'm your daddy, and it's my job to take care of you, OK?

Lalu film ini juga mengajarkan kepada saya tentang bagaimana mengatasi rasa kehilangan. Bagaimana kadang saya begitu takut menghadapi kehilangan itu sendiri. Dan saya harus deal dengan itu.

Hushpuppy bilang bahwa, “Everybody loses the thing that made them. It's even how it's supposed to be in nature. The brave men stay and watch it happen, they don't run.”

Bahwa kehilangan itu ada. Dan hanya orang-orang berani mampu menghadapinya. Mereka tidak lari.

Saturday, February 16, 2013

Bahwa Setiap Kita Menyukai Hal Tolol





Sengaja. Malam minggu dengan root beer dan pizza. Lipstik merah dan sesekali senyum yang mengembang. Dengan sesekali The Cure bernyanyi. Atau bisa jadi Bandung tengah malam ini memang seksi sekali karena begitu temaram. Tapi tidak terlalu meriah.

Setelah tadi malam berteriak sebuah nama kencang di bawah bantal. Diikuti dengan kata-kata “FUCK” begitu kencang. Sesekali tidak masalah. Sebelum pagi datang menjelang. Ada yang sudah kamu selesaikan.

Lalu berjalan ke kamar mandi hanya untuk buang air kecil. Atau duduk-duduk saja di toilet. Duduk dan melamun. Setelah itu berpikir pikir keras tentang deadline tulisan yang belum selesai.

Tetapi ada malam-malam dimana kamu akan menyelesaikannya dengan menulis dan menulis. Karena kata-kata di kepalamu seperti bergelantungan. Dan berlompatan. Tapi kamu menikmatinya.

Kamu menikmatinya lebih dari ciuman panjang. Yang setelah itu kamu kelihatan seperti orang tolol. Bahwa cinta itu tolol. Bahwa setiap kita menyukai hal yang tolol. 

Featured Post

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe

Selamat datang di Senemu Coffee. Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama. Saya d...