Friday, March 24, 2017

Jadwal Kelas Bulan April 2017







Kelas public speaking untuk creativepreneur ditujukan kepada kamu yang saat ini memiliki ide kreatif, usaha, sebuah brand, atau ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana mengembangkan persona. Mari bermain bersama saya. 





Kelas poetry lab adalah inisiatif saya dan Weslly Johannes untuk mengajak kamu bermain ke satu dunia bernama puisi. Kami akan mengajak kamu bereksperimen dengan kata-kata di dalam kepala maupun yang ditemukan di atas meja dan menjadikan kamu sebagai penghulu untuknya. Kelas ini sifatnya eksperimental, jadi tak apa jika melakukan kesalahan. Karena tidak ada puisi yang tidak retak!

Tuesday, March 21, 2017

Maka Cukupilah Jiwamu Dengan Cinta










Maret adalah bulan penuh cinta. Cinta akan membuatmu heran, maka cukupilah jiwamu dengan cinta.

Suatu hari di umur lima atau enam, aku pernah bertanya kepadamu, "kenapa pergi lagi?" aku telanjang dan duduk di pangkuanmu. Menangis. Kau menjawab, "ini tidak akan lama. Di kapal berikutnya, kami akan kembali." Jawaban itu kau katakan sambil mengusap rambut keritingku. Malam itu dan malam-malam selanjutnya, aku menunggu kapal, kapal yang malang, karena ia tak kunjung datang. Rasa itu kemudian aku kenal sebagai rasa patah pertama. Pikiran anak kecilku berontak, kenapa kau mesti pergi ke kampung-kampung dan negeri yang entah. Namun kau kembali, berbulan-bulan kemudian.

Berpuluh tahun kemudian, aku bangun di Bulan Maret yang kering, pada sebuah angkutan umum yang berjalan lamban, lalu menemukan sebuah kenyataan yang aku akui sebagai cinta yang besar—cinta yang sesungguhnya: ditinggal dengan rasa sayang yang tak pernah hilang. Kau pergi dan kali ini takkan pernah pulang.

Pada bulan Maret yang kering, tiga tahun yang lalu, pada sebuah kota di perantauan, aku menemukan cerita tentang seorang perempuan yang telah mempersiapkan kematiannya, sehari sebelum kelahirannya. Dengan cinta yang sangat banyak.

Sejak saat itu, kematian tak pernah sama lagi. Tak pernah aku anggap sebagai sebuah kabar takut. Atau sebuah kabar sesak penuh air mata. Melainkan sebuah kabar syukur. Kematian harus dirayakan.

Untuk itu aku tidak mau menangis, Mama.

Selamat merayakan kematian hari ini—dan kelahiranmu yang esok. Karena di sanalah kira-kira, aku belajar terlalu banyak cinta.


***

ditulis kemarin untuk mengenang Ruth Rumthe/Elwarin, 20 Maret 2014 - 20 Maret 2017, yang hari ini berulang tahun ke 69.

Monday, March 20, 2017

#berpuisibersamakekasih: Tidak Ada Yang Paling Benar Dalam Menulis Puisi (2)






Saya dan Weslly Johannes mendapat kesempatan untuk mengajak teman-teman di #Kanca, sebuah festival literasi dan kepenulisan yang diadakan oleh @writingtable di Jogjakarta.

Kami lalu mengajak teman-teman di kelas, bermain di satu dunia yang bernama: puisi. Dengan satu persyaratan: Tidak Ada Cara Paling Benar Dalam Menulis Puisi. Dengan beberapa eksperimen melalui: menyalin bebunyian, mendengarkan instrumen, meraba tekstur, menghirup aroma, dan melingkar kata di koran.

suasana di kelas: aga, salah satu peserta sedang membacakan puisinya ketika selesai merespon bebunyian

Ternyata kami mendapat kejutan! 

Diksi-diksi yang khas, frasa dan kalimat yang unik, juga metafora-metafora yang tidak umum bermunculan satu per satu. Semua orang punya modal yang cukup untuk menjadi penyair: pengalaman-pengalamannya tentang kebahagiaan dan kesedihan, juga tentang hal-hal yang kadang dianggap biasa. Bunyi, bau, tekstur adalah pintu-pintu lain yang jarang dimasuki untuk memahami dunia. Bunyi, bau, dan tekstur juga teman yang baik untuk didialogkan dengan pengalaman.

Fis Project (ferdy & is) yang membuka acara dengan lagu Cinta yang Menang


Dengan senang hati kami pun mengundang Fis Project (pasangan kekasih: Ferdy & Is) untuk memainkan dua lagu. Lagu pertama sebagai pembuka acara bermain kami, berjudul Cinta yang Menang dibawakan dengan sangat manis.

Selanjutnya Fis Project memainkan satu instrumen, yang kemudian direspon oleh peserta menjadi puisi. Puisi-puisi yang ditulis oleh peserta lumayan mengejutkan, bahkan ada yang mencipta puisi berjudul Merindu Jogja dari bunyi instrumen mereka. Terima kasih untuk dua kesayangan Ferdy & Is yang selalu seluas langit biru, merdu, dan hangat seperti matahari pagi. Doa terbaik untuk doa & nyali ya!

Terima kasih juga kepada teman-teman di kelas telah membantu kami untuk percaya dan akan terus menyelaminya. Selamat membaca, selamat menyalin bunyi, bau, dan tekstur menjadi teks-teks yang bermakna dan berumur panjang.

suasana sarapan bersama pagi itu: saya, windy, aan, weslly, trinzi, natalia, maesy, teddy & mad.




Terima kasih Windy Ariestanty dan Hanny Kusumawati yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk bermain di #Kanca. Sampai bertemu lagi untuk bermain bersama di kesempatan selanjutnya.

salam hangat kami,

theo & weslly 




Saturday, March 18, 2017

#berpuisibersamakekasih: Tidak Ada Cara Paling Benar Dalam Menulis Puisi





Melalui beberapa eksperimen: bunyi, bau, dan tekstur, kami akan membawa teman-teman semua bermain ke satu dunia yang disebut 'puisi.' Tapi hanya satu persyaratan dalam permainan ini yaitu: Tidak Ada Cara Paling Benar Dalam Menulis Puisi. Jogjakarta, sampai bertemu! Minggu, 19 Maret 2017, di Greenhost Boutique Hotel. 

____

Lihat info lengkapnya di sini: writingtable.club 

Sunday, March 12, 2017

Kelas Public Speaking: (1) Seni untuk Menyihir Orang Lain - Senemu Cafe






Selamat datang di Senemu Coffee.

Suasana sebelum kelas, setiap peserta bersiap untuk menikmati sarapan bersama.


Saya dan peserta menikmati sarapan bersama sambil sedikit mendengarkan cerita tentang latar belakang peserta. 


Suasana di kelas. Biasanya sebelum masuk ke materi yang sebenarnya, setiap peserta memulai dengan memperkenalkan dirinya masing-masing. Pada awal mereka bicara, biasanya saya menemukan kekurangan yang langsung akan kita perbaiki. Hari ini kita belajar tentang elemen bicara, elemen postur, menemukan pesan, dan performa ketika menyampaikan materi, supaya kita menawan ketika berbicara di depan umum. 

Jangan pernah bicara omong kosong. Pembicara yang baik dan menawan adalah mereka yang mau mempersiapkan diri. Semakin banyak latihan dan semakin banyak menemukan jam terbang akan membuat kita menjadi pembicara yang menawan. Dan jangan lupa senyum.  

belakang: khansa, ira, saya, dika, alfa, natalia. depan: ruri dan wenda

Terima kasih untuk teman-teman yang sudah meluangkan waktu untuk hadir di kelas dan mendengarkan, cerita-cerita yang berseliweran di udara yang bikin saling belajar, tawa yang riuh bahagia, dan puisi tentang Ibu yang dibacakan di akhir kelas oleh Putri Khansa, yang membuat mata saya berkaca-kaca. Hari ini ajaib sungguh. Saya selalu senang mengajar karena biasanya justru saya yang banyak belajar.


"Semua orang punya 'magic-nya' masing-masing. Jadilah penyihir yang menawan!"

Sampai jumpa di kelas Public Speaking selanjutnya bersama saya. 

*Untuk Ruri dan Natalia yang sudah hadir dan memotret pun terima kasih sekali. Dan Senemu Cafe untuk tempat yang menyenangkan. 

Featured Post

#berpuisibersamakekasih: Tidak Ada Yang Paling Benar Dalam Menulis Puisi (2)

Saya dan Weslly Johannes mendapat kesempatan untuk mengajak teman-teman di #Kanca, sebuah festival literasi dan kepenulisan yang di...